Sabtu, 26 Mei 2012

PERUBAHAN ZAT

Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu berhubungan dengan benda-benda. Kalau kita cermati benda-benda tersebut banyak  mengalami perubahan.  Air jika  direbus  akan  berubah menjadi uap, air jika didinginkan akan  berubah menjadi es. Kertas  jika dibakar  akan menjadi
abu. Besi jika dibiarkan di udara akan berkarat. Apakah semua logam jika dibiarkan di udara akan berkarat?
Pada bab ini akan dibahas perubahan kimia yang sifatnya permanen dan perubahan  fisika yang tidak permanen yang ada di sekitar kita.
Mengamati Perubahan Zat
Prosedur

1. Ambil sepotong lilin.
2. Catat semua informasi ten0tang lilin tersebut.
3. Nyalakan lilin tersebut.
4. Amati informasi baru pada saat lilin dinyalakan.
5. Apakah ada perubahan sebelum dan setelah dinyalakan?
6. Catat semua perubahan yang terjadi
Analisis
Dari hasil pengamatanmu, adakah zat yang mengalami perubahan kemudian dapat  kembali ke  keadaan  semula?  Adakah  zat  yang mengalami perubahan tetapi tidak dapat kembali ke keadaan semula? Diskusikan, apakah yang menyebabkan perubahan tersebut?


A. Sifat Fisika dan Kimia

Kamu dapat membengkokkan kawat tembaga, namun kamu tidak dapat melakukannya pada sebatang lilin. Lilin tidak dapat bengkok tapi patah. Kerapuhan/kegetasan  tersebut  merupakan  salah  satu  ciri  yang  menggambarkan  lilin.  Selain  itu, warna dan  bentuknya  juga merupakan penggambaran lilin. Ciri suatu materi yang dapat kamu amati tanpa merubah zat-zat yang menyusun  materi tersebut  disebut sifat fisika. Contoh-contoh sifat fisika adalah warna, bentuk, ukuran, kepadatan, titik lebur  dan titik didih.  Kamu  dapat  menggambarkan suatu zat menggunakan sifat-sifat fisika. Apakah kamu telah menuliskan sifat fisika lilin secara lengkap?




Lihat Gambar 4.1, Apa sifat fisika dari CD dan tempat CD?
Beberapa sifat fisika menggambarkan  penampakan  suatu benda. Sebuah paku besi dapat digambarkan  sebagai  silinder  berujung lancip yang terbuat   dari  bahan   padatberwarna   kelabu   pudar. Dengan  menggambarkan  bentuk,  warna  dan  keadaan    paku tersebut,   kamu   telah   mengetahui   beberapa   sifat    fisikanya. 
Beberapa sifat fisika dapat diukur. Sebagai  contoh,  kamu  dapat  menggunakan  sebuah  penggaris untuk mengukur salah satu sifat paku itu, yaitu  panjangnya.  Sifat fisika paku apa yang diukur dengan timbangan? Jika kamu  mempunyai  minuman   ringan  dalam   sebuah   gela skamu dapat mengukur volume  dan  suhunya.  Masingmasing  ciri tersebut merupakan sifat fisika minuman ringan. Beberapa sifat fisika menggambarkan sifat suatu materi  atau  zat Mungkin kamu tahu, semua benda yang  terbuat  dari  besi  dapat ditarik oleh daya magnet.  Daya  tarik  besi  terhadap  magnet  ini merupakan sifat zat besi. Setiap zat mempunyai sifat fisika  yang membedakannya dari zat lain.



Gambar 4.2 menunjukkan campuran kerikil dan pasir. Kamu dapat mengidentifikasi kerikil dan butiran pasirmelalui warna, bentuk dan ukurannya.  Dengan  menggesergeser / mengocok campuran  tersebut,  kamu  dapat  memisahkan kerikil dari butiran pasir karena keduanya berbeda ukuran. Pernahkah kamu memperhatikan   peringatan   yang  dipasang  di dipasang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU)?  Setiap  SPBU   selalu   memberi  peringatan  ”Dilarang  merokok"  Peringatan itu menyatakan  bahwa bahan  bakar tersebut  mudah terbakar. Kecenderungan suatu   zat  untuk  terbakar  merupakan contoh  sifat  kimia.  Sifat  kimia  adalah  ciri-ciri  suatu   zat yang  yang menyatakan apakah  zat  itu  dapat  mengalami   perubahan   kimia tertentu.
Banyak zat lain yang mudah terbakar, seperti LPG, bensin, spiritus, minyak tanah.Dengan mengetahui bahan mana yang mengandung zat-zat yang memiliki sifat kimia ini, kamu akan dapat menggunakannya secara aman. Jika kamu melihat-lihat dalam toko obat, kamu mungkin melihat banyak obat-obatan yang disimpan dalam botol-botol gelap. Obat-obatan tersebut mengandung senyawa dengan sifat kimia yang serupa. Perubahan kimia akan terjadi pada senyawa tersebut jika terkena cahaya.
Perhatikan logam-logam yang ada di sekitarmu, apakah semuanya dapat bereaksi dengan oksigen yang ada di udara? Besi merupakan contoh logam yang mudah bereaksi dengan oksigen yang ada di udara, sedangkan emas tidak bereaksi dengan oksigen yang ada di udara. Mudah tidaknya suatu logam bereaksi dengan oksigen merupakan sifat kimia logam. Perhatikan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat sepeda pada Gambar 4.4. Apakah ada yang mudah bereaksi dengan udara?

Logam dan Udara

     Ketika logam dibiarkan di udara, beberapa jenis logam akan mengalami korosi. Perkaratan besi merupakan salah satu contoh korosi. Karat besi adalah senyawa oksida besi, yaitu besi yang telah mengikat oksigen.karat besi bersifat rapuh dan berpori, sehingga logam besi yang berada dibawahnya akan terus mengalami korosi lebih lanjut. Aluminium juga bereaksi dengan oksigen yang ada di udara membentuk aluminium oksida. Tidak seperti karat besi, aluminium oksida akan membentuk lapisan tipis yang melindungi aluminium di bawahnya sehingga proses korosi terhenti. Tembaga adalah contoh logam lain yang dapat mengalami korosi jika dibiarkan di udara. Ketika tembaga terkorosi, akan membentuk lapisan yang berwarna hijau. Lapisan hijau tersebut merupakan senyawa tembaga karbonat. Pergilah ke museum yang banyak mempunyai patung dari tembaga, apakah telah mengalami korosi?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar